Pesta demokrasi sesungguhnya dapat dijadikan sarana
pendidikan politik masyarakat yang sangat effektif. Dalam pesta demokrasi,
publik diajak untuk berpartisipasi aktif belajar dan berdialog secara
konstruktif dengan pelaku-pelaku politik untuk menyelesaikan masalah-masalah
publik dan meningkatkan kesejahteraan dan kemaslahatan bersama.
Demokrasi akan berjalan dengan baik, sesuai dengan
tujuannya, disaat setiap pemilik suara telah mampu menentukan pilihannya
berdasarkan pertimbangan-pertimbangan rasional, tidak semata-mata berdasarkan
jumlah sembako yang dibagikan pelaku politik selama berkampanye atau , tidak
pula berdasarkan kepopuleran artis yang mendukung kampanye politik tersebut.
Pendidikan politik masyarakat akan berhasil dengan
baik, apabila pelaku-pelaku politik mengedepankan kampanye secara sehat dan
konstruktif. Yang dikedepankan setiap kandidat seharusnya keunggulan visi dan
program yang diusungnya dari kandidat lain, dan tidak mengedepankan kampanye
hitam, menjelek-jelekkan , mendiskreditkan kandidat lain dengan melemparkan
isu-isu yang tidak relevan, fitnah ataupun melemparkan tuduhan yang tidak berdasarkan fakta yang valid.
Untuk
mengantipasi adanya pelanggaran/kecurangan yang mungkin terjadi pada Pemilu
Legislatif 2014 mendatang, pemerintah harus melakukan langkah preventif. Ada
solusi bagi permasalahan tersebut yakni KPU bisa bekerja sama dengan Panwaslu
untuk bertindak sebagai organisator sekaligus pengawas bagi pelaksanaan
kampanye. Selain itu, pemerintah, KPU, Panwaslu di harapkan gencar memberikan
sosialisasi kepada masyarakat tentang kampanye yang sesuai dengan aturan
perudang-undagan.
Selain
memberikan sosialisasi kepada masyarakat, Panwaslu selaku pengawas pemilu harus
bekerja sama dengan masyarakat banyak dalam menghadapi kampanye politik di
pemilu legislative 2014 mendatang. Kerjasama itu tak lain adalah adanya peranan
dari masyarakat untuk ikut juga dalam mengawasi bila ada kampanye politik di
daerahnya masing-masing. Apabila terjadi kecurangan/pelanggaran kampanye
politik, masyarakat bisa langsung bisa melaporkan kepada Panwaslu agar bisa di
tindak lanjuti lebih lanjut.
Dengan
adanya kerjasama antara pemerintah selaku di sini KPU dan Panwaslu dengan
masyarakat di harapkan akan tercipta seuatu demokrasi yang bersih, adil, dan
bebas dari KKN serta menjunjung tinggi nilai sportivitas pada setiap acara
pesta demokrasi yang diselenggarakan di Indonesia.
Hal ini dilakukan guna mewujudkan suatu sistem yang
baik, sehingga terpilihlah pemimpin yang tepat secara integritas, tanggung jawab,
kapabilitas dan kemampuan untuk memimpin dengan hanya melihat mereka pada kampanye
yang jujur dan adil, bukan kampanye yang menimbulkan ketimpangan dari segi
frekuensi kemunculan pada publik pemilik suara. Inilah kampanye adil, gagasan
yang bisa dijadikan solusi untuk mengatasi permasalahan yang disebutkan,
konkretnya meminimalkan aksi politik uang misalnya karena anggaran kampanye
telah berada pada lembaga independen dan pengawasan yang independen pula.
Tentunya semua akan terwujud dengan tetap menjunjung tinggi asas kejujuran pada
setiap tindakan yang dilakukan.
No comments:
Post a Comment