Wednesday, 15 January 2014

Kampanye Dengan Sportif Itu Indah



Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan himbauan kepada peserta pemilihan umum (pemilu) 2014, untuk dilarang keras bertindak anarkis dan menjelek-jelekan calon lainnya disaat kampanye.
Kampanye yang baik adalah tepat dengan waktu atau jadwal kampanye yang sudah ditentukan oleh KPU. Diharapkan partai-partai peserta pemilu 2014 untuk menunjukkan kampanye yang berkualitas, tanpa SARA, dan tidak menjelek-jelekan calon dari partai-partai lainnya.
Himbauan kepada seluruh masyarakat agar berkomitmen dalam pemilu legislative tahun 2014 untuk tidak Golput, dan melakukan kecurangan yang telah disampaikan oleh Bapak Presiden kita yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.
Hal lain yang tak kalah penting adalah pemilu harus memenuhi standar yang berlaku secara universal yaitu bersifat bebas dan adil. Masyarakat juga diberikan kebebasan dalam memilih calon legislative yang menurut hati nurani mereka dan tanpa adanya paksaan dari pihak-pihak lainnya.
Jika menerapkan nilai-nilai dan etika di dalam berdemokrasi, maka dapat mencegah politik berakhir dengan jalan kekerasan maupun kecurangan-kecurangan dalam pemilihan.
Para partai politik sangat di haramkan oleh Bawaslu dan KPU apabila menerapkan kampanye “Hitam” agar mendapatkan suara banyak dalam pemilu legislative 2014 mendatang. Partai Politik hendaknya berkampanye yang sesuai dengan UUD 1945 yang berlaku.
Kampanye yang sportif dan sesuai dengan peraturan yang termuat dalam UUD 1945 yang dilakukan oleh semua pendukung partai bila diterapkan dengan benar, maka Pemilu 2014 ini akan berjalan sukses dan menghasilkan manfaat bagi perbaikan bangsa.
Siapapun nantinya yang akan menjadi pemimpin 5 tahun kedepan bisa memberikan manfaat yang besar terhadap masyaraakat sekitarnya. Mari bersaing dengan sehat dan sportif, siap menerima kekalahan. Mari dukung kampanye damai Pemilu Indonesia 2014.
Menurut AP Batubara yang akrab disapa AP, pendiri negara telah merumuskan dalam Pancasila dan UUD 1945 bahwa setiap warga negara Indonesia berhak berpartisasi dalam kehidupan bernegara, berbangsa dan berpolitik, tanpa membedakan agama, suku dan agama.


No comments:

Post a Comment